Senin, 25 Januari 2010

contoh makalah remaja yang berprestasi

Remaja yang berprestasi

I . Kata pengantar

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh
remaja terhadap prestasinya di dunia remaja.tak semua remaja dapat menemukan jati dirinya disaat remaja, oleh karna itu mari kita ketahui bawasan remaja terpengaruh akan era yang menjerumuskan nya, oleh karna itu orang tua ambil alih dalam hal menjalankan kewajibanya untuk mendidik anak remaja nya menuju jalan yang bener seperti mendengaarkan musik yang baik, membagi waktu untuk hal yang lebih berguna, karna kehidupan remaja sangatlah penting, karna remaja adalah masa yang sangat dingin kan oleh orang lain untuk berprestasi di usianya yang masih remaja.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.

BAB II PEMBAHASAN

A.Isi
BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN

Daftar Pustaka.

BAB 1 pendahuluan

I .A Kata pengantar

Sesuai dengan tema yang diberikan kepada saya, dalam makalah ini saya akan mencoba secara kritis tentang remaja yang berprestasi,yang kita bahan bukan lah hal yang mencakup seluruh anak remaja, melainkan beberapa remaja yang termasuk berprestasi secara bener. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kehidupan remaja jaman sekarang suli untuk kita awasi dan kita prihatikan, karena kehidupan remaja adalah suatu hal yg paling memacu jati diri yang terpendem, karna remaja indonesia adalah bibit baru ntuk meneruskan perjuangan bangsa indonesia ntuk menjadi negara yg berdemokrat dan berdasarkan pancasila.

1,B Musik, Bikin Remaja Berprestasi

Satu studi baru yang disiarkan dalam terbitan paling akhir Social Science Quarterly mengungkapkan bahwa keikut-sertaan dalam musik, yang ditafsirkan sebagai pelajaran musik yang diselenggarakan di dalam atau luar sekolah dan orang-tua yang menghadiri konser musik bersama anak mereka, memiliki dampak positif pada prestasi membaca dan matematika pada anak-anak dan remaja.

Darby Southgate dan Vincent Roscigno, dari Ohio State University, mengkaji dua sumber data yang mewakili secara nasional guna menganalisis pola keterlibatan musik dan dampak yang mungkin ada pada prestasi membaca dan matematika bagi siswa sekolah dasar dan menengah.

Musik memiliki hubungan positif dengan prestasi akademis, terutama selama masa sekolah menengah, kata studi tersebut.

Namun, tidak semua remaja yang ikut dalam musik memperlihatkan prestasi yang sama, dan beberapa kelompok tertentu tak beruntung dalam memperoleh akses ke pendidikan musik.

Banyak keluarga dengan status ekonomi-sosial yang tinggi ikut lebih banyak dalam kegiatan musik dibandingkan dengan yang dialami keluarga dengan status ekonomi-sosial lebih rendah.

Selain klas sosial sebagai petunjuk mengenai keterlibatan dalam musik, etnik juga menjadi salah satu faktor. Orang Asia dan Kulit Putih lebih mungkin untuk ikut dalam kegiatan musik dibandingkan dengan kelompok Hispanik. Meskipun anak muda Kulit Hitam menghadiri konser bersama orang-tua mereka, lebih kecil kemungkinan mereka mengikuti pelajaran musik.

"Topik ini menjadi masalah kesamaan pada tingkat keluarga dan sekolah," demikian kesimpulan peneliti itu. "Ini memiliki dampak kebijakan utama bagi lembaga lokal, negara bagian dan federal, serta pengetahuan yang dapat membantu banyak keluarga mengalokasikan sumber daya yang paling bermanfaat bagi anak-anak

1,C kesimpulan nya:

Bawasannya anak remaja pada terpioritaskan terhadap musik, karna musik dapat membuat seorang remaja ntuk memacu prestasi,terkadang Orang Asia dan Kulit Putih lebih mungkin untuk ikut dalam kegiatan musik dibandingkan dengan kelompok Hispanik. Meskipun anak muda Kulit Hitam menghadiri konser bersama orang-tua mereka, lebih kecil kemungkinan mereka mengikuti pelajaran musik.

Bab 2 Dua Remaja Berprestasi Internasional Jadi Ikon BNN

- Roswitha Muntiyarso (17) dan Angger Sanyoto (17), dua remaja yang meraih prestasi tingkat internasional, ditunjuk menjadi ikon Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai generasi muda berprestasi tanpa terlibat kasus narkoba.

Roswita meraih perunggu dalam olimpiade Biologi yang dilaksanakan di Kanada, Juli 2007 sedangkan Angger adalah juara 1 karate kata junior putera pada kejuaraan Skandinavia Open yang berlangsung di Norwegia, Januari 2008.

Kedua remaja ini di Jakarta, Selasa mengatakan, prestasi gemilang itu diraih tanpa menggunakan narkoba sama sekali.

Roswitha mengaku bahwa selama ini dirinya tidak pernah dekat narkoba.

"Dari belajar biologi itulah saya tahu bahwa narkoba dapat merusak syaraf-syarat tubuh," kata siswi kelas 3 MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang, Banten ini.

Remaja berkerudung yang lahir di Jakarta, 19 November 1990 ini mengaku kondisi lingkungannya sangat mendukungnya untuk berprestasi tanpa menggunakan narkoba sebab mulai dari SD hingga SMA ia sekolah di sekolah islam.

"Pendidikan ketat sehingga peluang masuknya narkoba sangat kecil," katanya.

Berkat prestasinya itu, dua perguruan tinggi ternama di Singapura telah menanti selepas tamat MAN lengkap dengan fasilitas bea siswa untuk memperdalam ilmu biologi.

Melihat prestasi itu, BNN pun mengajaknya untuk bergabung dalam kampanye anti narkoba.

"Saya senang ikut membantu dalam memberantas narkoba yang telah merusak generasi muda," katanya.

Dekat

Lain halnya, dengan Angger yang menjadi ikon BNN. Ia bahkan mengaku bahwa ia selama ini hidup dekat narkoba."Saya melihat sendiri ada orang jatuh di depan saya dengan kondisi masih pakai jarum suntik di tangannya. Mulutnya berbusa" katanya.Siswa SMAN 1 Jakarta ini mengaku bahwa di sekitarnya telah banyak anak muda yang terjerumus narkoba."Ada yang kenal narkoba sejak SD. Yang sudah usia 40 tahun juga ada," kata atlet karate nasional ini.Anak seorang anggota TNI ini mengaku bertekad tidak akan bersentuhan narkoba yang telah merusak teman-temannya."Lagi pula tidak ada yang berani menawarkan narkoba ke saya," katanya.Remaja yang lahir di Jakarta, 24 Oktober 1990 ini bertekad tetap akan berprestasi dengan satu tujuan agar dapat memakai lambang merah putih di dada kirinya ketika bertanding di kejuaraan nasional."Saya ingin(bendera, red) Merah Putih berkibar di negara lain," katanya

Kesimpulan nya anak remaja jaman sekarang sudah banyak yang bisa menentukan jalan terbaik untuk menuju hal yg lebih baik dengan sendiri, karna jaman sekarang sudah banyak teknologi yg sudah maju seperti internet, dan yang lain. Musikjuga berpegaruh untuk mendorong keinginan serang anak remaja untuk melakukan hal yang positif, kita orang tua harus bisa mendukung apa yg di kerjakan oleng anak2 nya, karena anak remaja akan membangkang bila hal yg menurut nya baik itu dilarang.

Daftar pustaka

-Internet goggle

DAN data yadi.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar